Pak Habibie ke SRIT

Beberapa hari yang lalu ada pengumuman di milis PPI Tokodai mengenai kuliah umum bapak BJ Habibie di SRIT. Saya yang ngefans banget sama bapak satu ini segera meluncur ke SRIT bersama beberapa teman dari tokodai. Dari Ookayama naik meguro line ke meguro. Terus naik bis (gak tahu arah mana) :D.

Nah.. akhirnya tiba di SRIT. Ternyata tidak hanya Pak BJ Habibie, tapi juga menteri pendidikan Pak M. Nuh yang ada di ruangan balai Indonesia SRIT tersebut. Namun Pak Nuh nampaknya masih memiliki jadwal kegiatan lain, sehingga belum selesai acara, Pak Nuh sudah meninggalkan ruangan. Pak BJ Habibie pun kembali bercerita mengenai pengalaman hidup beliau yang luar biasa.

Pada kesempatan ini kami para audience dari kuliah tamu pak BJ Habibie disuguhi dengan dua tayangan film pendek. Yang pertama mengenai kejayaan kedirgantaraan Indonesia pada tahun 1995, dimana N250 terbang untuk pertama kalinya dalam acara yang diresmikan Presiden Suharto saat itu. Saya meneteskan air mata melihat pesawat itu terbang, serta terharu melihat wajah-wajah yang gembira dan bangga bisa menyaksikan pesawat buatan putra bangsa Indonesia itu mengangkasa. Di sela-sela film N250 ini bapak BJ Habibie juga menerangkan bahwa pesawat ini memiliki teknologi yang jauh lebih maju dibandingkan pesawat-pesawat yang beredar di pabrikan sekarang ini. Salah satunya perbedaannya adalah ketika landing pesawat ini sama sekali tidak goyang. Beliau mengungkapkan kuncinya ada di winglets dari N250. Dan N250 sudah punya itu jauh sebelum winglet dipergunakan pesawat-pesawat sekarang ini. Saya pun terharu dan kembali meneteskan air mata. Andai saja, industri pesawat terbang itu dikembangkan dari dulu, mungkin Lion tidak perlu borong pesawat dari luar negeri seperti beberapa saat kemarin, mungkin engineer-engineer Indonesia tidak perlu bekerja untuk mempertebal pundi negara pemilik modal yang bercokol di bumi kita sendiri, mungkin engineer-engineer Indonesia tidak akan pada lari keluar negeri seperti sekarang ini, mungkin engineer-engineer Indonesia akan dengan sangat bangga mengabdi untuk memproduksi N250 N250 yang lain.

Film kedua yang diputar adalah trailer kisah cinta bapak BJ Habibie dan bu Ainun dalam filmnya Habibie dan Ainun. Habibie diperankan oleh Reza Rahardian dan Ainun oleh Bunga Citra Lestari. Tapi saya jujur tidak tertarik sama film yang kedua ini. 🙂
Dan tidak ada air mata yang secara tidak sengaja keluar akibat menonton trailer film ini. hehehe…

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Kuliah umum bapak BJ Habibie pun berakhir. Sebelum meninggalkan ruangan, saya dan hampir audiens kuliah ini segera merangsek ke depan untuk berfoto bersama Engineer Indonesia terhebat yang menjadi inspirator bagi semua engineer di Indonesia, bapak BJ Habibie.

Advertisements