Yokohama Fish Market: Belanja, Belajar dan Bersenang-senang

Sabtu kemarin saya dan teman-teman berkunjung ke Yokohama Fish Market, pasar ikan terbesar di Yokohama. Untuk menuju tempat ini, kami berhenti di stasiun Yokohama, kemudian keluar di main gate, selanjutnya menuju pintu keluar bagian timur. Dari stasiun dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit. Selain berjalan kaki, sebetulnya bisa saja menggunakan bus dari stasiun. Namun kemarin kami tidak tahu harus memakai bus yang nomor berapa ๐Ÿ˜€ (buta huruf kanji problem).
Lhoh? emang ada apa disana? Jalan-jalan kok ke pasar ikan?

Sama seperti dengan judul yang saya buat, di Yokohama Fish Market ini ada tiga point yang bisa kita dapatkan.
1. Belanja
Yokohama Fish Market adalah pusat penjualan ikan terbesar di Yokohama. Disini tersedia ikan segar dalam jumlah banyak dan bervariasi. Tentu saja dengan harga yang lebih miring dibandingkan dengan ikan di supermarket. Namun jangan kaget, harga yang terpampang disana belum termasuk pajak, 5 persen. Selain berbelanja, beberapa toko juga mengadakan demonstrasi teknik memotong ikan tuna yang berukuran sangat besar dengan pedang panjang. Setelah acara demo selesai, pihak toko akan membagi-bagikan ikan segar tersebut gratis kepada pengunjung yang menontonnya. Pada kesempatan kali ini, kami berkesempatan mencicipi ikan tuna dan cumi segar (tentu saja mentah). ๐Ÿ˜€

20130122-094328.jpgGambar 1.1. Demonstrasi pemotongan ikan tuna segar

20130122-094452.jpgGambar 1.2. Puluhan orang menyerbu ikan tuna segar gratis setelah acara demonstrasi pemotongan ikan usai.

2. Belajar
Di Yokohama selain belanja, kami juga mendapat pengetahuan mengenai bagaimana mengolah sampah Polistirene (PS) yang digunakan sebagai tempat penyimpanan ikan di pasar. PS dihancurkan menjadi serbuk kecil-kecil kemudian dipress sehingga menjadi lembaran-lembaran yang siap dijual kembali ke pabrik pengolahan PS. Hasil pengolahan ini mempermudah distribusi sampah yang mula-mula masih berupa box (gelondongan) menjadi lembaran.

20130122-104026.jpgGambar 2.1. Sampah box penyimpanan ikan (PS) yang akan diolah.

20130122-104058.jpgGambar 2.2. Sampah box penyimpanan ikan masuk ke mesin crusher

20130122-104146.jpgGambar 2.3. Hasil pressan serbuk PS

3. Bersenang-senang
Setelah puas berbelanja dan mendapat pengetahuan baru tentang pengolahan sampah PS, kami pun bersenang-senang. Kami mencoba adrenalin kami dengan memasuki ruangan freezer bersuhu minus 40 derajat Celcius. Bermula dari keisengan untuk mencoba, kami meminta izin kepada bapak petugas freezer room dengan menggunakan bahasa jepang yang ala kadarnya untuk masuk ke freezer room tempat penyimpanan ikan-ikan hasil tangkapan. Alhamdulillah, si bapak petugas bersedia mengantar kami dan menjadi tour guide selama beberapa menit. Sebelum masuk ruangan, kami sedikit diberi penjelasan mengenai hal yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan di dalam freezer room. Dan akhirnya,,, jeng jeng jeeeeng… Pintu dibuka dan brrrrr… Meskipun hanya 3 menit tapi cukup membuat kami membeku sesaat. ๐Ÿ˜€
.

20130122-112426.jpgGambar 3.1. Persiapan sebelum memasuki freezer room.

20130122-112516.jpgGambar 3.2. Di dalam freezer room.

Demikian cerita jalan-jalan kali ini. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya.

Advertisements

Peraturan Sampah Aoba-ku

Hampir seminggu saya pindah dari nagatsuta dormitory ke aoba-ku UR apato bersama ibu yang senasib sepenanggungan dengan saya, haha, tak lain tak bukan di tokodai ini cuma satu yang jauh dari suami dan anak selain saya.

Nah beberapa hari setelah repot dengan usung mengusung barang, saya pun melapor ke aoba-ku ward office yang letaknya 10menit dari stasiun ichigao mengenai kepindahan saya. Kemudian dari sana saya mendapat oleh-oleh berupa panduan hidup di aoba-ku. Isinya berupa informasi mengenai perpustakaan aobaku, aneka kegiatan anak-anak dan parenting serta yang paling penting adalah pemilahan sampahnya.

Di Aobaku, sampah dikategorikan menjadi 15 jenis, antara lain: Burnable waste (lebih ke sampah dapur), Dry Battery, Plastic&Food Package, PET bottle, Paper, Cans, Pakaian bekas, Sampah Kaca (Gelas), Sampah yang ukurannya lebih dari 30cm, Sampah elektronik, lima yang lain saya belum hafal, hehe, masih harus membaca buku panduannya dulu sebelum membuangnya.

Nah masing-masing jenis sampah ini punya jadwal tersendiri dalam pembuangannya. Misalkan, untuk sampah dapur, jadwal pembuangannya ada pada hari Rabu dan Sabtu. Selain hari itu tidak boleh.

Semua sampah tersebut, kecuali sampah yang ukurannya 30cm dan kertas bekas, harus ditempatkan dalam kantong plastik transparant (bening), agar petugas kebersihan dapat mengecek isi sampah tersebut. Jika tidak sesuai dengan peraturan, bersiaplah untuk menerima hadiah dari petugas kebersihan tersebut yaitu berupa sampah anda sendiri yang dikembalikan lagi. Di aoba-ku tidak diperlukan kantong plastik khusus untuk membedakan jenis sampah yang akan dibuang, seperti di daerah lain, jadi lebih irit karena tidak perlu membeli kantong khususnya (untuk dibuang lagi, hehe).

Demikian informasi pemilahan sampah di aoba-ku. Lain ladang lain belalangnya, Lain daerah lain pula pemilahan sampahnya.
-buanglah sampah menurut jenisnya-

Manajemen Sampah dimulai dari Rumah

Ketika saya baru pertama kali datang ke asrama saya di Jepang, saya langsung diberi beberapa lembar kertas berisi aturan pemilahan sampah dan jadwal pembuangannya. Pemilahan sampah didasarkan pada jenis sampah itu sendiri, yaitu:

  1. Sampah yang dapat terbakar (Burnable Waste), terdiri dari sampah dapur, seperti sisa makanan, kulit buah dan sayur, potongan-potongan kertas kecil, dan lain-lain.
  2. Sampah plastik bungkus makanan, terdiri dari bungkus bento, kantong plastik yang tidak terpakai, dan lain-lain
  3. Sampah botol plastik (PET), yang merupakan botol air minum, kecap atau saus yang terbuat dari plastik PET.
  4. Sampah kaleng atau logam
  5. Sampah buku bekas atau kertas bekas

Kelima jenis sampah ini memiliki jadwal pembuangan yang berbeda-beda. Contohnya saja, misalkan Burnable Waste hanya bisa dibuang ke tempat sampah di depan rumah pada hari Senin dan Jumat. Maka dilarang keras untuk membuangnya pada hari selain Senin dan Jumat.

Hal yang paling unik mengenai sampah di Jepang, adalah sulitnya menemukan tempat sampah umum di taman atau pinggir-pinggir jalan raya di Jepang. Sering sekali ketika sedang jalan-jalan, saya bingung sendiri mencari tempat sampah di pinggir jalan untuk membuang bungkus jajanan yang saya makan tadi. Paling mudahnya adalah saya menyimpan sampah tadi untuk dibuang di tempat sampah di rumah. Namun sulitnya menemukan tempat sampah ini bukan berarti kita akan menemukan sampah dengan mudahnya di sepanjang jalan. Rupanya ini tidak menjadi alasan bagi warga Jepang untuk membuang sampahnya sembarangan. Mereka dengan penuh kesadaran akan tetap menyimpan sampah mereka hingga menemukan tempat sampah. Pilihan lainnya ya sama seperti saya tadi, membuangnya nanti ketika sudah sampai di rumah. Dan ternyata pilihan ini pun ternyata tidak sulit, ketika kita terbiasa.

Terbiasa memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya, minimal akan membuat lingkungan anda menjadi bersih. Tapi tahukah anda, dibalik buruknya penampilan sampah, ternyata sampah adalah salah satu sumber energi terbarukan yang sangat potensial? Sayangilah sampah anda, karena sampah adalah sumber energi masa depan.